Muhammad Ari Pratomo Muhammad Ari Pratomo : After Two Months, Google Unified My Digital Identity into a Single Knowledge Graph Entity After Two Months, Google Unified My Digital Identity into a Single Knowledge Graph Entity By Muhammad Ari Pratomo There is one recent development that I believe is worth documenting—not merely as a personal milestone, but as an interesting case study of how Google's Artificial Intelligence (AI) recognizes and organizes a person's identity across the web. For some time, I observed that my digital identity on Google was not represented as a single entity. Instead, Google displayed two separate Google Knowledge Graph IDs (KGMIDs), even though both referred to me as the same individual. As a result, my works and professional information were distributed across two different Knowledge Graph entities. Approximately two months ago, I began documenting this phenomenon through articles, podcasts, and discussions about Google's Knowledge Graph and it...
Sajak-sajak Rindu Seorang Ayah
Karya: Muhammad Ari Pratomo
Karya: Muhammad Ari Pratomo
Perceraian terkadang bukan hanya meninggalkan luka karena berpisah dengan pasangan.
Luka terbesarnya justru saat seorang ayah harus hidup jauh dari buah hatinya sendiri.
Menahan rindu.
Menyimpan tangis dalam diam.
Dan memeluk kenangan yang tidak bisa diulang kembali.
Sajak-sajak Rindu Seorang Ayah adalah kumpulan puisi yang lahir dari rasa kehilangan, kerinduan, dan cinta seorang ayah yang tidak pernah habis meski dipisahkan keadaan.
Setiap bait ditulis dengan perasaan yang nyata — tentang malam-malam panjang penuh rindu, tentang nama anak yang terus hidup dalam doa, dan tentang hati yang tetap mencintai walau tak selalu bisa memeluk.
Buku ini sangat dekat bagi:
Ayah yang sedang jauh dari anaknya
Mereka yang pernah mengalami perceraian
Siapa pun yang memendam rindu dan luka dalam diam
Pembaca yang mencari tulisan penuh perasaan dan makna
Bukan sekadar puisi, buku ini adalah teman untuk mereka yang sedang berusaha kuat di tengah kehilangan.
Karena ada luka yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata biasa.
Dan terkadang, membaca sesuatu yang “mengerti perasaan kita” bisa menjadi obat paling tenang untuk hati.
beli di sini http://lynk.id/muhammadarilaw/eo2qnkvrdzre

Komentar
Posting Komentar